Selasa, 25 Maret 2014

nama : justan a. noreng

mahasiswa UNISSULA
HMI komisariat agama islam sultan agung semarang

Assalamualaikum wr wb
GAGASAN PERUBAHAN MENUJU LEMBAGA PERADABAN
Merujuk pada definisi peradaban,dapat kita simpulkan bahwa struktur sebuah peradaban dibangun atas 3 dimensi; yaitu manusia,tanah dan waktu.demikian pendapat malik bin nabi.struktur yang paling penting dari ketiga bangunan peradaban diatas adalah unsur manusianya.manusia adalah pelaku peradaban,sedangkan tanah adalah medan peradaban dari aktivitas-aktivitas manusia,sementara waktu adalah alokasi kerja dalam proses membangun peradaban.

Jika manusia merupakan unsur yang paling fundamental dalam sebuah peradaban,maka langkah apapun bagi terwujudnya sebuah perdaban tidak akan penah terealisaikan jika mengabaikan pendidikan dan pembinaan atau memanusiakan manusia.konsep manusia didalam suatu lembaga,sangat begitu jelas.dengan penjelsaan ini,para aktivis memiliki landasan konseptual tentang bagaimana seharusnya mendidik manusia.seperti pepata mengatakan bahwa “manusia itu seperti tambang emas dan perak,yang terbaik pada zaman jahiliyah,itupulalah yang akan menjadi terbaik kepada zaman peradaban,asalkan kita memahami.
Jadi,tugas utama kampus peradaban adalah melahirkan manusia yang berkualitas pada aspek pemikiran yang kaitan dengan moralitas. Pembinaan pada ketiga dimensi di atas sejalan dengan teori perubahan social dan filsafat sejarah,bahwa perubahan bermula dari ide,keyakian dan berakhir dengan tindakan. Alhasil,kita berharap para alumni dari kampus ini harus memiliki kekayaan ide yang kuat,matang dan kemampuan mensosialisasikannya kepada masyarakat sehingga masyarakat dengan kesadaran yang tinggi bergerak dan bertindak secara kolektif melakukan kerja-kerja dan mendistribusikan peradaban. Inilah yang disebut oleh ibnu khaldun dengan ashabiyyah (solidaritas social).
Dengan demikian,secara konseptual sebenarnay kampus peradaban ini telah rill dan ada. Yang harus kita lakukan adalah melakukan revitalisasi peran mahasiswa dalam membangun peradaban kempus. Paradigm itu harus mengakar pada kesadaran akan visi-misi eksistensi kita sebagai seorang mahasiswa dan secara individu bertanggungjawab di hadapan masyarjkat.

"Berpikir dan bertindak adalah pembuktian kata-kata.
Menebar bakti menuai simpati.
Bangkit melawan atau tunduk tertindas karena mundur adalah pengkhianatan."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar